Minggu, 28 April 2013

Asal Mula Kehidupan di Bumi



Asal mula kehidupan di bumi. Para ilmuwan membagi periode kehidupan di bumi menjadi beberapa fase:
1.      Periode Pra-Cambria (4,6 miliar tahun – 570 juta tahun)
Periode ini merupakan periode tertua dan terlama dalam sejarah bumi. Selama periode ini, 4 miliar tahun yang lalu, kerak bumi terbentuk diikuti oleh benua dan samudera. Kehidupan muncul 500 juta tahun kemudian ketika oganisme selular yang pertama kali tampak, bersamaan dengan munculnya ganggang dan bakteri.
2.      Periode Cambria (570 – 505 juta tahun lalu)
Pada periode ini berbagai kelompok hewan tak bertulang belakang muncul di laut dangkal yang tersebar di muka bumi.
3.      Periode Ordovicia (505 – 440 juta tahun lalu)
Hewan bertulang belakang pertama kali muncul pada periode ini. Terdapat koral, bunga karang, dan kerang-kerang seperti Cephalopoda dalam jumlah besar.
4.      Periode Silur (440 – 410 juta tahun lalu)
Pada periode ini muncul tanaman daratan yang pertama dan muncul ikan dengan rahang.
5.      Periode Devon (410 – 360 juta tahun lalu)
Periode ini menandai hadirnya serangga dan hewan darat pertama, amfibi. Selama periode ini keanekaragaman spesies ikan bertambah dan daratan yang sebelumnya tandus mulai dipenuhi tanaman pakis.
6.      Periode Carboniferous (360 – 286 juta tahun lalu)
Kenaikan permukaan laut memicu pembentukan rawa-rawa besar. Tumbuh-tumbuhan mati dan membusuk, membentuk lapisan yang menjadi cadangan batu bara. Binatang melata pertamakali muncul di muka bumi.
7.      Periode Permia (286 – 245 juta tahun lalu)
Pada masa ini populasi reptil mengalahkan amfibi bersamaan dengan makin keringnya iklim. Hanya ada satu benua besar pada saat itu, yaitu Pangea.

8.      Periode Trias (245 – 208 juta tahun lalu)
Benua tunggal Pangea mulai terpecah menjadi benua-benua yang ada sekarang. Mamalia, dinosaurus, dan berbagai reptil yang hidup di air mulai bermunculan.
9.      Periode Jura (208 – 145 juta tahun lalu)
Benua-benua yang terpisah membentuk ruang yang menjadikan Samudera Atlantik. Dinosaurus seperti Plateosaurus dan Brontosaurus mendominasi planet bumi. Reptil lainnya dan burung mulai bermunculan. Tanaman berbunga mulai tumbuh.
10.  Periode Kapur (145 – 65 juta tahun lalu)
Dinosaurus yang menguasai bumi pada masa ini tiba-tiba musnah di akhir periode ini. Kemungkinan penyebabnya adalah tumbukan meteor raksasa dengan bumi yang mengakibatkan musnahnya tiga perempat dari semua spesies binatang dan tumbuhan.
11.  Periode Tersier (65 – 1 juta tahun lalu)
Primate dan kera besar pertama muncul sepanang periode ini. Spesies mamalia mulai beraneka ragam, kuda, unta, badak, serta gajah mengalami evolusi. Pendinginan iklim memicu pembentukan padang rumput.
12.  Periode Kuartir (1,6 juta tahun lalu)
Periode ini ditandai oleh empat zaman es gletser mencapai maksimum 18.000 tahun lalu dan berakhir 8000 tahun kemudian. Selama periode ini, mamalia dan burung adalah spesies yang dominan. Manusia pertama yang hidup : Homo habilis, Homo erectus, Homo sapiens. Sejarah dimulai dengan penemuan tulisan 5000 than yang lalu.

Perkembangbiakan secara Seksual dan Aseksual
Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu Seksual dan Aseksual. Perkembangbiakan seksual adalah perkembangbiakan mahluk hidup melalui pembuahan atau bertemunya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sedangkan perkembangbiakan aseksual adalah perkembangbiakan vegetative atau tanpa melalui pembuahan.
Geografi kehidupan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan di bumi.
A.    Faktor Biotik
1.      Aktivitas manusia
Aktivitas manusia sangat berpengaruh terhadap penyebaran mahluk hidup. Contohnya bila kita menebang pohon, maka florapun lama-kelamaan akan habis. Dengan habisnya flora, maka tidak ada lagi makanan untuk fauna.
2.      Flora dan fauna
Hewan membantu proses penyerbukan, tumbuhan juga berperan dalam menyuburkan tanah.


B.     Faktor Abiotik
1.      Iklim
Faktor suhu dan kelembapan sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik tumbuhan. Sedangkan matahari berperan dalam proses fotosintesis. Perbedaan iklim di suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan dan hewan yang berbeda-beda.
Sumber: http://perpus13.pun.bz/awal-mula-kehidupan-di-bumi.xhtml

Senin, 15 April 2013

RUANG LINGKUP IPA




1.      Alam semesta dan isinya
Allah SWT menciptakan jagat raya ini melalui beberapa proses tahapan dan jangka waktu. Manusia diajarkan untuk berpikir bagaimana proses terjadinya bumi dan langit.

2.      Teori alam semesta
a.       Hipotesis nebula
Teori ini dikemukakan oleh Immnuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Kemudian disempurnakan oleh Pierre Marquis de Lapplace. Oleh karena itu teori ini dikenal dengan Hipotesis nebula Kant-Lapplace.
Pada tahap awal tata surya masih berupa  kabut raksasa yang terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar berupa hydrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupaka konsekuensi dari pembentukan mereka.
b.      Hipotesis planetisimal
Hipotesis ini dkemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis ini mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.
c.       Hipotesis pasang surut bintang
Dikemukakan oleh James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.


d.      Hipotesis kondensasi
Dikemukakan oleh  G.P.Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.
e.       Hipotesis bintang
Dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis ini mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.
f.       Hipotesis big bang
Hipotesis ini menyatakan bahwa jagat raya dimulai dari satu ledakan besar dari materi yang luar biasa.

3.      Anggota-anggota system tata surya
a.       Matahari
b.      Planet
c.       Satelit
d.      Asteroid
e.       Komet
f.       Meteor
g.      Materi antar planet
Sumber: http:/id.m.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya
             http://rene-wulan.blogspot.com/2012/04/ruang-lingkup-ipa-iad-tugas-2.html

Minggu, 07 April 2013

TUJUAN MEMPELAJARI ILMU ALAMIAH DASAR


Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar:

Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Umum adalah agar dapat memahami perkembangan penalaran manusia terhadap gejala-gejala alam hingga terwujudnya metode ilmiah yang merupakan ciri khusus dari Ilmu Pengetahuan Alam, adapun tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Khusus adalah agar dapat menjelaskan perkembangan naluri kehidupan manusia, dapat menjelaskan perkembangan alam pikir manusia dalam memenuhi kebutuhan terhadap “rahasia ingin tahu” nya, serta dapat memberi alasan yang diterima mitos dalam kehidupan masyarakat.
Fungsi mempelajari Ilmu Alamiah Dasar antara lain adalah memberi wawasan kepada mahasiswa tentang konsep-konsep alam agar dapat peka dan tanggap terhadap masalah-masalah alam yang ada disekitarnya serta dapat bertanggung jawab terhadap berbagai masalah alam didalam masyarakat sebagai the agen of change (Agen Perubahan) dan dapat mengembangkan apresiasi IPA dan Teknologi kepada mahasiswa serta dapat mendorong dan mengembangkan kemanfaatan Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) pada perkembangan diri, ilmu, dan profesi pada mahasiswa. (http://zharfashani.blogspot.com/2011/12/makalah-ilmu-alamiah-dasar-dan-evolusi.html )
           
            Menurut saya,tujuan mempelajari ilmu alamiah dasar adalah agar kita mengetahui dasar-dasar ilmu alam. Dengan mengetahui tentang ilmu-ilmu alam kita dapat lebih menghargai alam dan menjaganya dengan baik. Kita bisa menyelesaikan masalah-masalah tentang alam yang ada di sekitar kita., memahami dan mampu mengatasi masalah dalam interaksi di masyarakat, menciptakan kehidupan yang harmonis diantara seluruh kehidupan,serta menciptakan manusia yang bertanggung jawab atas hak dan kewajibannya  sebagai warga negara  dan juga agar  mampu memahami, menganalisa seluruh  gejala-gejala yang terjadi, dan mempersiapkan diri  menghadapi semua  gejala tersebut,utamanya gejala-gejala yang terjadi dalam masyarakat.

Rabu, 26 Desember 2012

KEGELISAHAN YANG DIALAMI MANUSIA PADA TINGKAT UMUR TERTENTU

KEGELISAHAN YANG DIALAMI MANUSIA PADA TINGKAT UMUR TERTENTU
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan lain-lain.
Kegelisahan merupakan salah satu wujud dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
Sebab-sebab orang gelisah
Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah dari akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam. Contoh : Bila ada suatu tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus, atau perampokan), orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik. Kalau misalnya, kentongan dipukul secara terus-menerus dan disambung bersaut-sautan makin lama makin dekat, tentu orang-orang akan gelisah. Apakah yang akan terjadi? Meskipun berita peristiwa belum ada, tetapi yang jelas itu merupakan tanda bahaya.

Jadi pada intinya penyebab utama timbulnya rasa kegelisahan pada seseorang adalah karena adanya rasa takut yang berlebihan karena takut kehilangan atas haknya.

Ada tiga macam kegelisahan menurut pendapat ahli psikoanalisa, Sigmund Freud, yaitu:
1.      Kecemasan Obyektif ( Kenyataan )
Kecemasan tentang kenyataan suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dunia luar.
2.      Kecemasan Syaraf ( Neoritis )
Kecemasan ini timbul karena pengematan tentang bahaya dari luar. Menurut Sigmund Freud bentuk kecemasan ini dibagi menjadi 3 macam yaitu
a.             Kecemsan yang timbul karena penyesuaian terhadap lingkungan
b.             Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional ( Phobia )
c.             Rasa gugup, gagap , dan lainya
3.      Kecemasan moril
Kecemasan ini disebabkan karena pribadi seseorang. Seperti iri, dengki, marah, cinta, rasa kurang, dendam, dan sebagainya

Bentuk – bentuk kegelisahan dalam diri manusia dapat menjelma dalam suatu bentuk, seperti :
    
1.      Kesepian
Jika seseorang sudah merasa diasingkan maka orang tersebut akan mengalami kesepian dalam diri dan lingkungan sehingga merasa sepi ataupun sendiri. Jika hal ini terus dibiarkan maka orang tersebut akan kehilangan unsur dan karakter unik dalam dirinya senhingga dia pun sulit untuk mengenali dirinya. 


2.      Keterasingan
Terasing, diasingkan atau sedang dalam keterasingan sudah ada sejak puluhan bahkan ribuan tahun lamanya. Dimana terasing pada dasarnya dapat didefinisikan sebagi bentuk kehilangan eksistensi diri yang disebabkan tidak adanya pengakuan tentang keberadaan kita “secara hakikat” atau dengan kata lain merasa tersisihkan dan termarjinalkan oleh diri sendiri  dan orang lain dalam pergaulan atau mayarakat.

Contoh-contoh Kegelisahan

Contoh kegelisahan pada anak-anak :

Didi anak laki-laki berumur 10 tahun. Ia duduk di kelas V SD. Pada suatu hari ia diberitahu ayahnya, bahwa bulan depan ayahnya dipindahkan ke kota lain. Mereka sekeluarga harus pindah. Sudah tentu Didi harus ikut. Jadi ia harus pindah sekolah di kota tempat ayahnya bertugas. Ibu Didi nampak gelisah, karena tinggal di tempat yang lama ia sudah betah, berkat adanya seorang ibu yang aktif mengumpulkan dan memajukan ibu-ibu. Lebih-lebih Didi, karena baik di kampung maupun di sekolah Didi banyak kawannya. Karena itu ia takut kalau di tempat yang baru kelak ia tidak akan merasa betah. Bila tidak ikut pindah, akan ikut siapa; ikut pindah bagaimana di  tempat yang baru nanti.

Contoh kegelisahan pada remaja :

      seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. la tidak mengetahui  sebab ketakutan tersebut, setelah dianalisis; ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon karet oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya. Dalam suatu pertengkaran ia memecahkan balon adiknya, sehingga ia  mendapat  hukuman  yang  keras  dari  ayahnya.  Hukuman  yang  didapatnya  dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet (phobia).


Contoh kegelisahan pada lansia:

Bagi kebanyakan orang yang sudah memasuki usia lanjut dan memasuki masa pensiun biasanya pada umur (55-64) seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan, sehingga pada masanya banyak orang yang mengalami sulit tidur, sering cemas dan gelisah hingga sering mengeluh. Keluhan yang dirasakan, berada pada tingkat ringan dan sementara saja. Hal ini terjadi karena orang yang akan pensiun merasa akan kehilangan segalanya, kehilangan kekuasaan dan prestise , bahkan harga diripun akan ikut hilang. Sehingga orang yang pensiun tidak akan menikmati masa tuanya dengan tenang, senang dan santai, namun justru akan merasa sedih, gelisah dan muncul problem kejiwaan yang dinamakan Post Power Syndrome (PPS).

Usaha Mengatasi Kegelisahan
Dalam mengatasi kegelisahan harus dimulai oleh diri kita sendiri, yaitu dengan bersikap tenang. Jika kita dapat bersikap tenang kita dapat berpikir tenang juga, maka segala kesulitan dapat diatasi.

PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI SEBAGAI PRIBADI MAUPUN SEBAGAI WARGA NEGARA

PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI SEBAGAI PRIBADI MAUPUN SEBAGAI WARGA NEGARA

Pandangan hidup adalah sikap manusia yang paling mendasar dalam menyikapi setiap hal yang terjadi dalam hidupnya, baik itu berupa masalah, tugas, tantangan dan segala yang dilakukannya manusia pasti mempunyai pandangannya masing – masing. Saya sebagai makhluk Tuhan yang beragama meyakini bahwa Tuhan itu ada,dan sangat berperan penting dalam kehidupan.banyak hal – hal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat di dunia ini, karena memang hal tersebut tidak akan bisa kita pikirkan dengan pikiran kita yang terbatas.hal inilah yang kita sebut sebagai iman.banyak orang yang mempertanyakan tentang kepercayaan orang lain yang tidak bisa diterima dengan akal sehatnya. Jawabannya adalah iman.karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.sama halnya seperti rasa sakit, cinta, dan kasih, yang kita tidak dapat mengetahui seperti apa wujudnya, dan tidak dapat kita pikirkan dengan akal sehat tetapi kita mempercayai keberadaan hal tersebut.

Ideologi berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu ‘edios’ yang artinya gagasan atau konsep dan ‘logos’ yang berarti ilmu. Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normatif yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi. Lahirnya ideologi itu adalah karena adanya hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk konsep bersistem yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan pada Tuhan

Pandangan Hidup berdasarkan Asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

1.     Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak
kebenarannya. Pandangan hidup yang seperti ini adalah pandangan hidup yang berasal dari agama yang dianut oleh seseorang sesuai dengan kepercayan yang dianut oleh orang tersebut. Pandangan hidup yang berasal dari agama dianggap merupakan sebagai pedoman untuk mencapai kesuksesan baik di dunia ataupun di alam setelah dunia.

2.     Pandangan hidup yang berasal dari ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma-norma dalam suatu negara. Sebagai contoh adalah pandangan hidup yang berasal dari ideologi pancasila dimana pandangan hidup kita dalam bermasyarakat diharapkan sesuai dengan 5 sila pancasila itu sendiri.

3.     Pandangan hidup yang bersumber dari hasil renungan yang sifatnya relatif. Relatif disini maksudnya adalah belum tentu pandangan hidup seseorang benar artinya adalah apa yang kita anggap benar belum tentu benar juga menurut pandangan orang begitupun sebaliknya

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan pada Tuhan
Pandangan Hidup sebagai Pribadi
Setiap pribadi memiliki karakter atau pandangan masing-masing dalam menilai sebuah permasalahan yang akan dijadikan sebuah pelajaran, pegangan hidup ataupun pedoman sebagai pembentuk pribadi dirinya. Setiap cara yang dilakukan pasti berbeda berdasarkan alasan dan spesifikasinya. Mengapa satu orang individu berbeda pendapat dengan individu lainnya terhadap suatu topik permasalahan, karena masing-masing memiliki pendapat dan mereka akan tetap mempertahankan apa yang mereka anggap benar sesuai dengan kenyataan dan bukti yang mendukung argumen masing-masing setiap individu. Tidak hanya itu, individu yang lainnya juga tidak dapat mutlak menyalahkan pendapat individu tersebut karena setiap orang bebas berpendapat dan menilai suatu pokok permasalahan sesuai subyektifnya mereka memandang.
Pandangan hidup pula bisa menjadikan pola pikir individu lebih dewasa dan lebih matang karena belajar dari pengalaman menghadapi permasalahan-permasalahan hidup yang mereka alami. Kedewasaan itulah yang akan menjadikan individu kuat dalam menghadapi permasalahan yang akan datang dalam hidupnya.
Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri individu itu sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya. Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik :
1) Mengenal
2) Mengerti
3) Menghayati
4) Meyakini
5) Mengabdi
6) Mengamankan
Pandangan Hidup sebagai Warga Negara Indonesia
Sudah kita ketahui bahwa di Indonesia mempunyai banyak sekali macam-macam suku, bahasa, budaya yang tersebar dari sabang sampai merauke. Tapi di Indonesia ada semboyan yang begini bunyinya “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya adalah walaupun berbeda- beda tetap satu jua. Ya dari situlah kita belajar bahwa tidak ada perbedaan antara satu suku dengan suku yang lain semuanya sama hanya saja mungkin tata caranya yang berbeda tapi ya tetap satu bangsa Indonesia. Secara konsepsional, keragaman budaya itu merupakan aset bangsa, oleh karena itu perbedaan tidak harus dipersoalkan, sepanjang perbedaan itu dalam kerangka persatuan.
Pancasila sering disebut sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Artinya nilai-nilai dari sila-sila Pancasila memang digali dari khazanah kebudayaan bangsa. Dari itu maka setiap pandangan hidup warga bangsa dijamin eksistensinya. Setiap warga negara dijamin oleh Undang-Undang untuk menjalankan agamanya sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Pancasila yang sudah ditetapkan sebagai dasar Negara dan pandangan hidup Bangsa harus kita jaga keutuhannya. Saat ini sudah banyak timbul-timbul masalah yang menyangkut tentang pancasila, padahal untuk menetapkan pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup itu sendiri sudah diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya.
Perjalanan hidup Bangsa Indonesia tidaklah singkat, melainkan dengan waktu yang sangat panjang dan juga melalui rintangan yang ada. Tetapi pejuang-pejuang bangsa sangatlah hebat dan patut kita contoh. Sejak Proklamasi sampai saat ini telah menunjukkan bahwa banyak dinamika yang cukup tinggi . Dan kita ketahui bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh Rakyat Indonesia.
Karena itulah, sebagai warga negara yang mengakui Pancasila, harus bisa menjaga kelestarian dan keutuhan Pancasila dengan mengabdi, menghayati dan mengamalkan sila-sila yang ada dan yang tercantum didalam Undang-Undang Dasar Negara.